meneruskan artikel sebelumnya,

sealain gas CO, ada dua gas lagi hasil pembakaran kendaraan bermotor yang dikontrol oleh sistem EFi ini.

HC (hydro carbon)

gas ini pada umumnya karena disebabkan oleh pembakaran terlalu gemuk/kaya/boros dan pebakaran terlalu singkat. saat mesin menghasilkan HC maka kondisi mesin adalah terlalu boros bahan bakar, maka hal ini efi akan mendapat input/masukan dari sensor dan akan membuat bahan bakar lebih kering/irit/miskin. nah hal ini juga dipengaruhi oleh jenis Oktan bahan bakar tersebut, semakin rendah oktan bahan bakar tersebut maka akan sering juga pembakaran singkat terjadi. selain itu pula letikan bunga api  pada busi juga terlalu cepat(sebelum waktunya) maka pembakaran pun tidak akan sempurna(sehingga efi akan mengoreksi derajat pembakaran seecara langsung sesuai dengan sistem yang bersumberkan data dari sensor HC)

 

NOx (nitrogen oksid)

NOx adalah gas yang dikendalikan setelah CO dan HC, gas ini dip\kendalikan bukan karena tanpa sebab, karena beberapa faktor tentunya. ayo kita kupas..

bila gas ini diteliti gas ini keluar atau semakin besar konsentrasinya karena semakin tingginya suhu mesin, pada umumnya gas inii keluar saat suhu mesin lebih dari 1800 derajat celcius. beberapa efek kerusakan yang akan terjadi bila temperatur mesin akan tinggi. ini adalah salah satu alasan mengapa gas ini dikendalikan. untuk mengantisipasi suhunya mesin dapat dilakukan dengan memaksimalkan fungsi sistem pendingin. selain itu bila campuran bahan bakar dan udara teralau kaya maka oksigin akan semakin sedikit, sehingga NOx akan tinggi,, sehingga efi akan membuat campuran yang lebih kurus.

itulah beberapa keunggulan EFi, ini juga yang mendasari beberapa pabrikan tanah air beralih dari sistem karburator..

tetap sehat, tetap semangat..