Archives for category: moto GP

comfort zone, merupakan zona nyaman bagi manusia inilah wajar dan sangat manusiawi.

hal ini juga terjadi pada jorge l yang sekarang terlihat semakin erat dalam pelukan yamaha, walaupun jorge belum bisa membuat timnya menjadi juara dunia dan menarik hati sponsor, lorenzo ternyata masih sangat nyaman dengan kondiisi itu,,

dan ternyata dia ingin pensiun di yamaha, waw… nyaman sekali ya diyamaha???

“Pilihan pertamaku adalah Yamaha. Aku ingin mengakhiri karier di Yamaha. Jika motor kompetitif musim ini. aku tidak berpikir punya motivasi besar untuk pindah tim,” tandas Lorenzo.

so sexy..

so sexy..

emmhh ternyata lorenzo terperangkap di zona nyaman layaknya dani pedrosa..  nyamannya…

salammm….

Melihat perkembangan sepak bola lokal yang jalan* semakin pesat, (*jalan mundur) mengingatkan kita pada perkembangan balap motor lokal yang kian kembang kempis….

lambang bola

lambang bola

entah apa nama liganya, tetapi keduanya sama saja,,, dengan pemain luar sehingga menutupi potensi pemain lokal, dan lucunya penontonnya masih saja bisa bohongi… kasihan,,, pemain luar negeri yang tidak kenal sama sekali malah  disenangi.. dibayar berapa ya suporternya???

balap liar

balap liar

Penonton semakin berkurang, pabrikan ngotot balapan motor CVT (pembalapnya kayak ibu2 kepasar), biaya balap bebek kian mahal, perjenjangan yang tidak jelas.. klop dah,,, skil pembalap lokal hanya berkutat pada bebek kwek kwek…  hadew,,, hanya beberapa pembalap saja yang masih menekuni balap sport, dan ditunjang  dengan dana sponsor yang minim… memang sponsor indonesia lebih memilih sepak bola lokal dari pada balap motor.

Ini fenomena unik, dengan balap motor dianggap ugal2an dan tidak memasyarakat.. tetapi sepak bola lokal??? Dengan pemain luar negeri yang item-item kayak akar pohon rambutan atau yang putih-putih kayak bintang film eropa menjadi daya tarik tersendiri..

Padahal yang dipuja dalam sepak bola lokal bukan pemain asli indonseia, tetapi bintang luar negeri… bagaimana?? Masih kurang?? Tidak usah menyebutkan siapa saja mereka, tetapi sepak bola diindonesia tidak lebih dari guyonan bagi pemain luar negeri.. mereka dibayar mahal untuk sesekali bermain dan pemain lokal tidak pernah bisa berkembang.. ingat pesebak bola lokal hanya saat timnas bermain, selebihnya itu di liga lokal layaknya pemain cadangan yang selalu kalah dengan pemain lokal.

Berkaca dengan hal tersebut, jangan sampai balap lokal kita terjadi seperti itu… harus ada yang bisa me-maintance iklim balap sehingga tercipta pembalap lokal yang benar – benar tangguh dimasa yang akan datang…

DOta

DOta

 

foto, motoisme.wordpress.com

 menikung vale_stoner

menikung vale_stoner

beberapa saat lalu kita sering membandingkan ducati moto GP  (terlepas GP 11 atau GP12) antara rossi dan stoner, ada beberapa foto yang membedakan dua pembalap ini melibas racing line pada satu tikungan yang sama dengan racing style yang berbeda.

rossi terlihat lebih rear steering dari pada stoner benar bukan?? apakah ini efektif?? tentu saja keren,, tetapi tidak efektif..

bisa bisa racing line lebih melebar karena memaksakan kendaraan menikung lebih dalam, dan apabila salah perlakuan motor, motor akan terpental dan grubrak…… gulung gulung dikasur eh pasir..

xixixixi.

stoner yang banyak berkomentar pembalap yang agresif justru lebih smoot! ini sama dengan hayden saat naik kelas moto GP beberapa tahun yang lalu.. beberapa vidio you tube yang saya lihat memperlihatkan  gaya yang lebih reaktif dan spontan. tetapi di atas jok RCV?? lebih jinak,,, mungkin  karena motor mahal, jadi pembalapnya lebih ati ati kali ya???

Sensasional moto GP akan terus terulang pada tahun 2012… mungkin ditahun ini banyak orang yang berspekulasi dengan kemampuan ducati dengan GP12 nya, tetapi bagaimana dengan yamaha?? Honda?? Kemungkinan mereka bedua hanya bore up sesuai dengan regulasi saja.. dan ini bukan merupakan sorotan. Memang yamaha dengan katup pneumaticnya masih bertenaga dan honda dengan transmisi magig-nya yang selau didengungkan. Tetapi ducati??

VR46

VR46

Bener2 gress!! GP 12 adalah motor VR46, mungkin ini yang Terjadi pada M1 dan RCV pada beberapa tahun yang lalu, benar2 dari 0 berubah menjadi motor yang tak dapat diremehkan dan cocok untuk semua pembalap secara umum.

Memang GP 11 adalah warisan dari si stoner, secara basic VR46 hanya meneruskan, dan hasilnya gagal total.. tetapi dengan GP12 ini VR46 benar2 dari 0.. dan akankah seperti motor M1 ataupun RCV????

Emmhh melihat tes sepang beberapa waktu lalu dapat diseimpulkan secara sementara  GP 12 memeiliki potensi… memiliki hal yang dapat mengejutkan kontestan lain..

yang jelas ini adalah penentuan antara kuatnya kemauan Ducati dan VR46, hebatnya pengalaman Ducati dan VR46 serta tentunya kerinduan bagi kita semuanya…

jadi show must go on…..

Twin spar??? Apa kui??

sasis B-king

sasis B-king

maaf bukan sasis RX-king ya.. maaf.. jangan salah sangka dulu…. xixixixi

Ini adalah salah satu jenis sasis yang lagi menjadi pembicaraan hangat khususnya penyimak moto GP, lo mengapa?? Kan sudah biasa jenis sasis iini.. memang, tetapi kalau kita teliti, jenis sasis ini terlihat menonjol karena produsennya baru pertama menggunakan sasis ini..

Ducati sangat dekat dann akrab dengan sasis besi tumbular yang memiliki model yang khas dan unik, dan lebih berat tentunya harus menuruti sianak ajaib VR46 dengan melawan arus semua produk ducati yanmg telah ada. Memang hal ini bukan perkara yang sulit bagi suhu mesin dan sasis ducati, ditambah dengan pengalamann jeremy burges sebagai pemrakarsanya.. tetapi  harus diimulai dari titik yang benar benar 0.  padahal kalau kita teliti lebih jauh burges dan VR adalah orang yang sangat berpenngalaman dalam bidang motor, khususnya motor buatan negeri sakura.

Beberapa kabar terhembus bahwa sasis ini juga ikut merubah konvigurasi sudut mesin motor, yang biasaya 90 derajat diubah lebih sempit, tidak lagi L tetavi V. ini juga bukan perkara yang gampang.. karena struktur dan kekuatan bahan metal harus dipertimbangkan secara matang pula.. benar2 dari 0 ducati meriset GP12 ini.

tranformasi ini membuat ducati benar-benar membuktikan diri seebagai pabrikan yang bisa berubah karena waktu dan kebutuhan atau tuntutan zaman.. tidak ubahnya dengan bajaj yang sering didengungkan bloger2 yang berubah dari generasi motor dual sekok menjadi mono sekok dan mesin yang gress.. sungguh berbeda dengan sebelumnya..

Pertanyaanya apakah dengan perubahan setiinggi kelas MOTO GP akan berpengaruh pada produk ducati selanjutnya?? Apakah ke khasan  produk ducati akan hilang karena teknologi sasis dan mesin khas jepang????

Kemilau super sic memang belum padam… kesempatan ini dimaanfaat kan oleh honda untuk membuat motor CBR 1000 dengan corak khusus!!

oh super sic

oh super sic

Ini akan dinanti oleh pecinta kegilaan supersic, tetapi apa yang berubah?? Mesinnya?? Apa bodynya saja??? Belum diumumkan secara resmi.. tetapi setidaknya bukan sifat ugal2lannya!! Xixixixixi

Kemungkinan besar adanya kombinasi warna merah dan putih plus ijo stabilo akan mendominasi… lebih segar dan natural pastinya! Et tetapi masa kato ko tidak ada ya??? Heran bukan???

Mungkin saat itu strategi pemasaran honda belum sempat berrfikir sejauh itu!! Wakakakakk

Tetapi jangan salah , menurut sumber terpercaya, hasil penjualan nya akan disumbangkan ke Marco Simoncelli Foundation, semoga berkah!

VR46 kembali membuat ulah.. yang dimaksud adalah membuat sensasi khusus.. yang inibeda dengan yang lain lo.. dengan model helm baru bukan corak baru..

kita intip yukkk…

tampak depan

tampak depan

tampak samping

tampak samping

 

terlihat sedikit  cocok dengan gaya VR46 yang nyentrik.. xixixi

 

 

moto gp

moto gp

saat moto GP bermasalah dengan penggunaan sirkuit portugal.. kini giliran India dan korea selatan yang dijadikan pengganti nya.. sedangkan argetina resmi punya jadwal di tahun 2013!

negara kita yang korup ini kapan ya???

kita masih punya sirkui..*walupun layak buat angon kebo, tapi g popo

haha

tapi apa daya?? nasib negara yang hanya dijadikan komoditi pasar, tidak sebagai penggagas pasar.

malaisia saja bisa, bahkan India yang notabenya negara yang 11 12 dengan Indonesia bisa meraih kesempatan itu, kenapa kita tidak?? lucu ya?? dana yang bisa untuk membangun sekolah SD yang roboh aja dipake WC e DPR, apa lagi untuk dana mengundang WSBK atau moto GP??

paling lebih baik untuk buat hotel wakil rakyat dari pada untuk memperbaiki infrastruktur sentul.. menpora apa lagi..

kadang kadang saya merasa, balap motor tidak berada / diakui olah raga oleh menpora.. kalau sepak bola SBY dan menpora pasti datang, kalau balap motor?? mereka pasti sok sibuk…

emmhh… yang ada balap karung(road race, karen dipinggirnya adalah karung pasir)

road race *balap karung xixixi

road race *balap karung xixixi

saking tidak amannya, penontong juga pake helm.. selain tidak ilang diparkiran, ini safety ridding!!

*fuck sapeti riding!

gelaran moto Gp di tanah nasional masih jauh dari mimpi (apa lagi kenyataan)..

ada yang bilang kegagalan atau keberhasilan tim balap  bergantung pada kempuan pembalap dalam tim tersebut. memang benar adanya.. tetapi sebesar apa sih sumbangsihnya?? tidak ada yang tahu.. memang mungkin ini sedikit aneh.. tetapi apakah mungkin 50%-50%?? tidak mudah untuk mengkalkulasi untuk hal ini. sehebat apapun analisisnya maka akan terbentur beberapa hal yang akan (mungkin) bisa mendeteksi seberapa besar prosentase sumbanggsih antara pembalap dan tim tersebut!

kita jabarkan sedikit, pembalap adalah seorang yang menjadi ujung tombak pada saat race day. sedangkan tim kita jabarkan  sebagai seorang atau beberapa orang yang memberikan kontribusinya dalam kegiatan balap race day ataupun sebelumnya.

terkadang sangat mudah seseorang menjastifikasi pembalapnya jelek, g berkualitas atau apalah jika pembalapnya jatuh atau kalah(tidak numero uno) padahal kan kita tidak tahu jelas apa yang sebenarnya terjadi kan??? mungkin kita hanya berspekulasi atau juga mungkin hanya pendapat yang terpengaruh emosi jiwa.. looo ada banyak faktor… kemurnian pendapat bisa saja tercemar oleh rasa jengkel ataupun rasa terlalu suka(fans)

rossi

salah satu kegagalan moto GP 2011 adalah ducati dan v rossi, ini adalah sorotan yang tak habis habisnya untuk dibahas, selalu dan selalu dibahas dimedia cetak ataupun para bloger senior ataupun junior! berbagai pendapat muncul, pembalap yang apes, motor yang konvensional, mekanik yang kurang handal, ini adalah isu yang benar kencang berhembus dibenak penggemar roda dua! sampai ada yang mati matian membela salah satu kubu sampai gontok2 an.. kasihan… sampai kebawa mimpi.. loooo kasihan bener… derita batin yang bersikukuh atas pendapat…

ini pembelajaran penting.. tidak selayaknya kita mencemooh kerja keras tim yang blunder saat pembalapnya kurang beruntung ataupun terjatuh. karena tidak ada data mendukung yang benar benar outentik untuk pendapat yang dibarengi rasa emosi.. semoga hal ini menjadikan kita menjadikan pribadi yang lebih rukun dan damai …

tetap sehat tetap semangat!

aksi si bintang

aksi si bintang

beberapa pekan lalu kita dikejutkan oleh meninggalnya superSIC, soal juara dunia moto GP 2011 tidaklah penting. supersic meninggal dengan cara yang kurang wajar, siapa yang harus bertanggung jawab sulit untuk diungkap. dengan model kecelakaan seperti itu siapapun mungkin saja akan bernasib sama. disisi lain, jumlah pembalap kelas MOTO GP semakin berkurang! ini pertanda buruk, tetapi Dorna selaku penyelenggara gelaran ini telah menyiapkan strategi khusus, dengan CRT!

tidak semua orang paham dengan CRT, apa sih???

CRT adalah singkatan dari Claiming Rule Team, ini memang jenis baru, karena kita pasti pernah mendengan tim pabrikan seperti repsol honda ataupun marlboro ducati, dan juga berbeda dengan tim satelit ssperti honda gresini ataupun aspar ducati, tim ini punya ‘keajaiban’.

keajaiban yang dimaksud adalah bahan bakar mesin CRT akan lebih banyak 24 liter. jadi dengan motor yang notabene lebih boros untuk menandingi keperkasaan canggihnya sistem elektronik dan sistem transmisi motor pabrikan atau sekelas tim satelit. selain itu, jumlah mesin yang akan dipakai tim CRT tentu lebih banyak, ini kelonggaran khusus dari pihak Dorna.

pertanyaannya, apakah mampu memberikan perlawanan untuk tim pabrikan???

padahal, tim satelit yang menggunakan motor yang disuplai pabrikan (walaupun kelas 2) masih keteteran, apalagi CRT???? yang jelas akan butuh waktu yang lama.. terutama riset mesin dan transmisi. karena komponen tersebut ‘bebas’ menggunakan dari vendor manapun. untuk urusan casis, ini bukan hal yang sulit, SUTER yang berkecimpung di MOTO 2 saja bisa berhasil. bahkan Noriwaki salah satu pengembang Casis tersohor.

“ada lagi yang belum saya sampaikan, suzuki resmi mngundurkan diri. semoga CRT ini adalah jawaban dari  sedikitnya kuantitas pembalap Moto GP…”

%d blogger menyukai ini: