Melihat perkembangan sepak bola lokal yang jalan* semakin pesat, (*jalan mundur) mengingatkan kita pada perkembangan balap motor lokal yang kian kembang kempis….

lambang bola

lambang bola

entah apa nama liganya, tetapi keduanya sama saja,,, dengan pemain luar sehingga menutupi potensi pemain lokal, dan lucunya penontonnya masih saja bisa bohongi… kasihan,,, pemain luar negeri yang tidak kenal sama sekali malah  disenangi.. dibayar berapa ya suporternya???

balap liar

balap liar

Penonton semakin berkurang, pabrikan ngotot balapan motor CVT (pembalapnya kayak ibu2 kepasar), biaya balap bebek kian mahal, perjenjangan yang tidak jelas.. klop dah,,, skil pembalap lokal hanya berkutat pada bebek kwek kwek…  hadew,,, hanya beberapa pembalap saja yang masih menekuni balap sport, dan ditunjang  dengan dana sponsor yang minim… memang sponsor indonesia lebih memilih sepak bola lokal dari pada balap motor.

Ini fenomena unik, dengan balap motor dianggap ugal2an dan tidak memasyarakat.. tetapi sepak bola lokal??? Dengan pemain luar negeri yang item-item kayak akar pohon rambutan atau yang putih-putih kayak bintang film eropa menjadi daya tarik tersendiri..

Padahal yang dipuja dalam sepak bola lokal bukan pemain asli indonseia, tetapi bintang luar negeri… bagaimana?? Masih kurang?? Tidak usah menyebutkan siapa saja mereka, tetapi sepak bola diindonesia tidak lebih dari guyonan bagi pemain luar negeri.. mereka dibayar mahal untuk sesekali bermain dan pemain lokal tidak pernah bisa berkembang.. ingat pesebak bola lokal hanya saat timnas bermain, selebihnya itu di liga lokal layaknya pemain cadangan yang selalu kalah dengan pemain lokal.

Berkaca dengan hal tersebut, jangan sampai balap lokal kita terjadi seperti itu… harus ada yang bisa me-maintance iklim balap sehingga tercipta pembalap lokal yang benar – benar tangguh dimasa yang akan datang…

DOta

DOta

 

foto, motoisme.wordpress.com