Perihal mitos tentang boleh-tidaknya mengganti lingkar diameter velg lebih daripada 2 inci yang masih pro dan kontra, kami kini mencoba mengulasnya via kalkulator roda. Mitos tersebut jadi sedikit dramatis, mengingat dipercaya banyak orang mengurangi keamanan dan kenyamanan. Kalkulator roda sendiri fungsinya untuk mencari simulasi nilai ukuran paling potensial perubahan lingkar diameter velg, yang paling mendekati angka toleransi 0% terhadap velg bawaan atau aslinya. Tujuannya untuk melihat sejauh mana risiko pengurangan hal yang dimaksud. Ambil contoh, kamu punya sebuah new Honda Jazz RS yang dibekali ban bawaan pabrik ukuran 185/55R16, maka pertanyaannya, ban ukuran berapakah yang seharusnya dipakai bila ingin dinaikkan diameternya jadi 19 inci atau bahkan 20 inci (over 2-inch)? “Kuncinya yang pasti, pada ukuran keseluruhan lingkar bulatan roda kurang lebih mesti sama kayak aslinya,” ujar Wibowo Santosa dari Permaisuri. Jadi kalau memperhatikan gambar, (kami memakai simulasi Tire Calculator dari Permaisuri.com) antara ilustrasi roda di kiri (asli) dan kanan (upsize) garis lingkar khayalnya setidaknya mesti tak beda jauh. “Paling enggak toleransinya buat mobil standar antara 2-5%, biar fungsinya masih akurat. Katakanlah kalau kecepatan aslinya 100 km/jam, kalo ada beda sekitar 2% jadi 102 km/jam,” panjang Bowo panggilan Wibowo. Maka untuk permintaan spek diameter 19 inci di atas, bisa pakai ukuran 215/35ZR19. Di sini tingkat akurasi lingkarnya dengan ban standar 3,8%, atau masih dalam batas toleransi. Lain lagi kalau mau naik ke 20 inci. Pada ukuran segini yang paling dekat ukuran bannya adalah 225/30R20, namun ukuran itu sudah melebihi ambang toleransi 5%. Tapi tak ada larangan kalau mau mengaplikasinya, namun pertimbangannya spidometer bergerak sedikit lebih cepat daripada seharusnya. Sekadar gambaran, kalau upgrade velg naik 2 inci, bannya bisa pakai 205/40R18 dengan angka toleransi sekitar 1%. Dikatakan juga di Tire Calculator tersebut, perihal jarak roda ke suspensi dan fender bagian dalam. Tapi tentu saja itu sangat berkaitan dengan offset dan lebar velg yang akan dipakai. Tapi jangan salah, itu bukan merupakan bagian yang signifikan terhadap penentuan ini. Karena biasanya pilihan lebar dan offset velg di pasar sudah otomatis mengikuti kenaikan diameternya dengan berbagai pemakluman. Oh ya, patokan berdasarkan kalkulator roda ini tidak mutlak menggambarkan keadaan sebenarnya. Soalnya, “Karakter bannya beda-beda antara merek yang satu dengan yang lain,” terang Bowo. Misalnya ada yang lebih ngotak tapaknya, atau ada yang agak tinggi profilnya walaupun ukurannya sama. Ini terjadi tergantung kebijakan masing-masing pabrikan. Selain itu, untuk mencari yang paling mendekati, tak semuanya tersedia formulasi ukuran bannya di pasar. Maka solusinya lagi-lagi cari ukuran yang paling dekat. Misalnya 215/30R18 untuk kenaikan formulasi ban standar 185/55R15, bertoleransi 0,3%. Maka karena bannya tak ada, bisa diganti dengan 215/35ZR18. Toleransinya naik jadi 3,8%. So, siapa mau coba?

motor.com

Iklan