1. Tampil Rapi

First sight impression! Begitu mungkin lebih tepatnya. Buatlah kesan yang baik saat pertama kali bertemu dengan calon mertua Anda. Usahakan untuk tampil rapi, bersih dan wangi. Calon mertua pada umumnya merupakan golongan tua yang masih konservatif, sehingga ada baiknya Anda tidak berdandan terlalu modern dan dinamis, misalnya dengan rambut gondrong, tindik telinga ataupun celana belel, sebaliknya berdandanlah konservatif (rapi) namun bersahaja, seperti penggunaan kemeja atau kaus berkerah, dengan bawahan celana panjang. Hindari penggunaan sandal jepit.

2. Perkenalkan Diri Anda di Awal Hubungan Anda.

Akan lebih baik kalau Anda segera memperkenalkan diri Anda kepada calon mertua pada kesempatan pertama. Ingat pepetah lama : ”Tak Kenal Maka Tak Sayang”, maka segeralah memperkenalkan diri Anda. Hal ini akan memudahkan proses pendekatan Anda kepada mereka. Sampaikanlah setidaknya, latar belakang pendidikan Anda, pekerjaan Anda saat ini dan maksud Anda ‘berteman’ dengan putrinya. Hal ini –setidaknya- akan memberikan gambaran mengenai siapakah Anda, apakah maksud Anda, seberapa jauh kesungguhan Anda serta kemanakah masa depan anak mereka akan dibawa.

3. Bicara Dengan Bahasa Mereka.

Tidak ada salahnya berguru pada Lupus, tokoh fiktif tahun 80an, yang harus rela meladeni bermain catur dengan ayah pacarnya. Hal sedikit memberikan gambaran, bahwa Anda sebaiknya masuk dalam lingkungan pacar Anda dengan berusaha memahami ‘bahasa mereka’. Ketika ayahnya masuk dalam komunitas Bike-To-Work, Anda bisa menemaninya bersepeda pada hari-hari tertentu atau ketika ibunya suka belanja, Anda bisa menawarkan untuk mengantarkannya, dsb.

4. Disiplin Waktu.

Disiplin waktu adalah waktu dimana Anda apel di rumah cewek Anda. Usahakan untuk mohon diri atau mengantarkan cewek Anda pulang ke rumah jangan terlalu larut, apalagi sampai pagi. Setidaknya dengan cara ini, secara tidak langsung Anda telah mengurangi konflik yang mungkin muncul antara cewek Anda dan orang tua-nya terkait dengan pulang terlambat.

5. Bawakan Makanan Kesukaan Mereka.

Sebagai intermezzo da menghilangkan kesan monoton hubungan Anda dengan calon mertua, bawakanlah lauk makanan yang mereka sukai pada momen-momen tertentu, misalnya ketika lebaran, dimana banyak saudara akan menginap di rumah cewek Anda. Hal ini akan sedikit banyak membantu calon mertua Anda untuk menyiapkan hidangan buat saudara-saudara. Dan secara tidak langsung, Anda juga telah memperkenalkan diri dan pendekatan pada mereka semua, setidaknya aka nada pertanyaan seperti ini, “Hm..lauknya enak nih, beli dimana?” dan secara tidak langsung pula calon mertua Anda tanpa sengaja akan memperkenalkan Anda pada saudara-saudara yang lain dengan menjawab, “Hm…ini kan yang membelikan temennya Aura”. Hal ini berarti Anda telah mulai diterima sebagai bagian dari keluarga besarnya.

6. Oleh-oleh.

Ketika Anda pergi keluar kota atau bahkan keluar negeri, jangan lupan untuk membelikan barang-barang khas daerah tempat tujuan Anda tersebut. Misalnya, ketika Anda mendapat tugas dari perusahaan ke Singapura, jangan lupa untuk membelikan barang-barang khas Negeri tersebut yang cocok dipajang di ruang tamu atau meja ruang tengah rumah pacar Anda, misalnya patung Kristal merlion atau ketika Anda ke Australia, jangan lupa membelikan miniature atau maket gedung opera Sydney. Namun kalau Anda merasa kesulitan membawa barang-barang tersebut, sweater berlogo khas Negara juga cocok untuk calon mertua. Mereka akan bangga dengan perhatian Anda.

7. No Smoking.

Di era sekarang, mulai tren di kalangan orang tua, menginginkan calon mantunya tidak merokok. Walaupun bukan pertimbangan utama, namun apabila diminta memilih, mereka akan cenderung memilih memiliki menantu yang ‘bersih’ dari rokok, karena mereka menginginkan menantu mereka tidak berpenyakitan (jantung, paru-paru) sehingga mampu menjaga dan bertanggung jawab pada anak dan keluarganya serta dapat melahirkan cucu-cucu mereka yang sehat dan berkualitas. Walau terdengar sangat ideal, tapi realita inilah yang kini sedang terjadi.

tapiiiii menurut saya dua tips dibawah ini adalah yang sangat penting…????

***Jadilah Diri Sendiri***

Hal ini gampang dikatakan namun sulit dilakukan. Orang cenderung berpura-pura dan menjadi ‘orang lain’ dalam berbicara, berpenampilan, maupun yang lainnya untuk memberi kesan baik pada orang lain. Padahal menjadi diri sendiri asal tetap sopan dan ramah adalah cara paling baik untuk tetap berada dalam posisi aman. Dan yang paling penting, jadilah tulus dalam setiap perkataan dan perbuatan.

***Bersiaplah Untuk Penolakan Yang Terburuk***

Sudah jelas apa makna kalimat di atas. Calon mertua Anda bisa saja menolak Anda dengan cara tersadis dengan berbagai macam alasan. Pendidikan, penampilan atau alasan tidak jelas lainnya. Pada saat ditolaklah Anda bisa membuktikan apakah Anda seorang pejuang sejati atau tidak. Tetap hormati mereka sebagai orang tua dari dalam hati yang terdalam. Jangan pernah membenci mereka, karena tanpa Anda sadari, kebencian akan terpancar lewat raut muka dan cara bicara Anda, dan ini akan semakin memperdalam jurang pemisah antara Anda dan mereka.

Iklan