Paling tidak ada tujuh bagian utama busi yang berupa terminal, pusat elektroda, insulator, rumah plug, gasket, dan elektroda positif serta negatif. Karena fungsinya, maka perambatan panas dalam busi tak berlangsung merata. Dari tipe pembakarannya, sekurangnya terdapat tiga jenis busi, yaitu busi tipe panas, sedang, dan dingin.

Berikut ini cara perawatan secara mandiri.
Setelah melepaskan semua busi dengan kunci busi. Periksalah kondisinya. Jika busi kering dan berkerak abu-abu menandakan kondisi pembakaran mobil Anda baik. Bila basah serta kerak berwarna hitam, menggambarkan pembakaran mesin kurang sempurna.
Bersihkan mulut busi bagian luar dengan menggunakan sikat kawat. Untuk memudahkan pembersihan, busi direndam dengan bensin atau minyak tanah sebelum dibersihkan.
Bersihkan bagian mulut dalam busi dengan kawat kecil atau peniti hingga seluruh keraknya keluar.
Ampelas dengan merata bagian ini hingga busi benar-benar kembali tampak seperti kondisi awal.
Periksa kembali celah antara elektroda positif (bagian membulat) dan elektroda negatif (bagian melengkung yang nampak keluar dari busi). Kembalikan pada posisi normal sesuai buku petunjuk. Pada umumnya celah busi berjarak 0,8 mm.
Setelah itu masukkan kembali busi pada tempatnya. Harap diingat, jangan mengencangkan busi hingga terlalu keras. Sebab, bila itu terjadi busi akan sulit kembali dilepas atau bisa saja menyebabkan rusaknya arus ulir pada lubang mesin.

Perawatan mandiri busi akan sangat membantu proses optimasi pembakaran. Sehingga tak saja busi, platina maupun injektor jaga akan lebih awet.